Life in Prison

Mengetahui- Mengerti- Memahami

Hubungan Didalam Penjara 1 Desember , 2008

Filed under: Uncategorized — nixs @ 5:37 am

Hubungan Antar Narapidana Didalam Penjara

 

 

I. Pendahuluan

 

Hubungan antar narapidana didalam penjara disetiap negara berbeda-beda, namun pada hakekatnya hubungan tersebut sama bila kita mampu menganalisa hubungan yang tejadi antar narapidana tersebut. Kebudayaan yang populer pada bangsa Amerika turut mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap penjara-penjara di Amerika. Budaya bangsa Amerika membawa distorsi dan pemutarbalikkan terhadap perspektif penjara dengan menciptakan pandangan yang menakutkan terhadap penghuni penjara. Setelah beberapa abad, konsep mengenai “pemenjaraan” yang diwakili secara simbolik lewat suatu kesadaran kolektif menimbulkan sesuatu yang sangat buruk dalam aspek kemanusiaan.

Penjahat digambarkan sebagai seseorang yang kejam, menakutkan dan sadis, tindakan dari para penjahat bertujuan untuk menakuti masyarakat. Oleh karena itu masyarakat selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari gaya hidup kriminal. Masyarakat melihat seseorang sebagai penjahat tanpa melihat penyebab yang paling mendasar dan nyata. Karena pada kenyataannya yang melahirkan para penjahat sehingga bisa masuk kedalam penjara dan menjadi seorang narapidana adalah berawal dari aspek kemiskinan pada suatu kota.                       

Definisi umum dari penjara adalah suatu tempat untuk menjalani hukuman bagi orang yang menyimpang dari aturan/norma didalam masyarakat sehingga oleh Lembaga Peradilan dimasukan kedalam penjara guna dirawat dan diobati (dianggap pesakitan ). Didalam penjara sendiri hubungan antar penghuni dan bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi dapat disusun secara kontekstual. Hubungan para narapidana didalam penjara dapat diinterpretasikan menurut konteks geografis, institusional, dan kronologis. Yang pada akhirnya hubungan berdasarkan konteks tersebut dapat menciptakan kelompok didalam penjara. Karena banyaknya kelompok-kelompok narapidana didalam penjara, maka tidaklah mengherankan jika hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tersebut. Mereka menciptakan kekacauan dan berdampak pada kehidupan semua penghuni didalam penjara. Salah satu kelompok dalam penjara Amerika negara bagian Washington yang pertama kali terkenal dan terbentuk pada tahun 1950an adalah The Gypsi Jokers.

Pada penjara modern, jumlah dan jenis kelompok yang berorientasi pada kriminalitas mengalami perkembangan/peningkatan yang melampaui kelompok-kelompok dalam penjara klasik dan kelompok-kelompok yang ada di jalanan. Terminologi kelompok dalam penjara telah mengalami pengklasifikasian menjadi 2 (dua) kelompok yaitu  kelompok yang mengancam keamanan dan kelompok yang  dapt menimbulkan perepecahan diantara penghuni penjara.

 

II. Kelompok-kelompok narapidana

Pada umumnya, kelompok-kelompok narapidana di penjara bersifat otoriter, totaliter dan berkarakter kekerasan, kekejaman dan persaingan kuat untuk kekuasaan. Aturan kelompok dibuat agar para anggotanya taat dan setia kepada kelompok bukan untuk kerja sama dengan petugas (Bonner 1999; Goyer 2004; Lötter &Schurink 1984). Kondisi-kondisi dalam penjara seperti kepadatan penghuni, rasa jenuh atau kebosanan dan ketidak berdayaan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri-sendiri adalah alasan yang sangat sempurna dalam terbentuknya suatu hubungan antara narapidana yang membentuk suatu kelompok didalam penjara.

Anggota kelompok dapat diumpamakan sebagai seorang serdadu yang memiliki loyalitas yang tingi pada pimpinan kelompoknya. Jika seorang narapidana bergabung ke dalam sebuah gang, maka kemungkinan narapidana tersebut akan diperintahkan untuk melakukan suatu hal yang dapat membuatnya mendekam didalam penjara lebih lama. Seringkali seorang anggota kelompok geng dalam penjara tidak mempunyai pilihan yang menyenangkan, karena ketika mereka keluar dari penjara hanya ada satu cara untuk berhenti menjadi anggota gang penjara yaitu kematian.

Semua gang didalam penjara dipisahkan kebanyakan berdasarkan ras yang biasanya terbagi dalam African-american (black, guerilla, crips), Mexican (mexico mafia), white supremist (nazi ). Merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seorang narapidana untuk dapat bertahan didalam sistem penjara yaitu dengan cara memperlihatkan kepeduliannya terhadap rasnya (tapi ini tidak berarti narapidana tersebut harus bergabung dengan kelompok tersebut). Secara alami, mereka-mereka yang masih berusia muda, putus sekolah, berasal dari keluarga dengan ekonomi lemah, pengangguran, atau memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang (narkoba) dapat dipastikan dengan mudah akan bergabung menjadi seorang anggota dari suatu kelompok didalam penjara.

Berikut dibawah ini beberapa alasan mengapa para narapidana bergabung kedalam suatu kelompok didalam penjara :

  1. Untuk mendapatkan perlindungan terhadap serangan dari gang lainnya.
  2. Untuk mendapatkan perlindungan terhadap serangan dari narapidana lainnya.
  3. Untuk mendapatkan perlindungan terhadap serangan dari para petugas penjara.
  4. Untuk memperoleh tempat dimana mereka berasal.
  5. Untuk membantu mereka mengetahui apa yang mereka inginkan didalam penjara.
  6. Untuk mendapatkan obat-obatan.
  7. Untuk mendapatkan kenikmatan sex.
  8. Untuk mendapatkan rokok, gula ataupun makanan.
  9. Untuk mendapatkan selimut.
  10. Untuk mendapatkan pakaian atau sepatu.
  11. Untuk status.

 

Dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut diatas para anggota dari kelompok dipenjara melakukan tindak kekerasan terhadap narapidana lainnya seperti, suka merusak, pemerasan, pencurian, menjadi pengedar narkoba, pelacuran dan lain-lain. Aktivitas hubungan ini menyebar keseluruh bagian lapisan yang ada di penjara. Pertentangan dan konflik kejam adalah fitur dari hubungan yang terbentuk. Masing-masing kelompok juga mempunyai suatu kode yang terpisah, struktur organisasi, simbolisme, bahasa, isyarat-isyarat dan tujuan membentuk kelompok (Gear &Ngubeni 2002:13).

            Steinberg (2004:24) berpendapat sama, bahwa kelompok-kelompok ini adalah orang yang terikat dalam satu hubungan yang kekal dengan kelompoknya. Dengan kata lain, dengan berperilaku layaknya laki-laki jantan seperti keberanian, kesetiakawanan dan ketabahan, pandangan yang terbentuk dari hubungan ini adalah dengan menentang batasan-batasan yang berlaku dalam kehidupan sosial.

Penyebab utama yang melahirkan kelompok-kelompok narapidana dalam penjara justru berada diluar penjara dalam bentuk tingkat perekonomian yang tidak merata disuatu daerah. Walaupun demikian pemerintah negara bagian dan federal membicarakan tentang sikap keteguhan terhadap tindak kejahatan tanpa didasari kesadaran akan aspek ekonomi Amerika, serta mengabaikan anak-anak miskin dijalanan kota justru membuat mereka menunggu anak-anak tersebut untuk mendapatkan hukuman, masuk penjara. Tidak mengherankan bila penjara diisi dengan tindak pelecehan dan penyakit kejiwaan yang dialami oleh kaum muda dan dewasa  yang diacuhkan oleh pemerintah.

Dibalik tembok penjara dan rangkaian kawat berduri yang mengelilinginya, kita menemukan sebuah ironi tentang kehidupan modern bangsa Amerika yang berada didalam penjara. Penjara menjadi suatu tempat yang cenderung lebih aman dan sehat bagi kehidupan dibandingkan pada komunitas masyarakat di dalam kota besar, namun memang demikian seharusnya sebuah penjara. Narapidana yang mengalami penyakit yang serius, ganguan kejiwaan harus mendapatkan perhatian guna dilakukan perbaikan.

Apabila kita mengamati bentuk penjara kontemporer di Amerika akan terlihat suatu bentuk kemarahan yang ditunjukkan oleh warga negara yang menuntut pemberlakuan “mata ganti mata”, maksudnya adalah kejahatan atau tindak prilaku menyimpang yang telah dilakukan oleh seseorang harus diganjar dengan hukuman yang setimpal. Karena masyarakat Amerika melihat para narapidana yang ada didalam penjara mendapatkan keuntungan dan mendapatkan apa yang diharapkan seperti kualitas hidup yang  lebih aman, bersih serta sejahtera dibandingkan dengan ketika mereka hidup didalam lingkungan rumahnya di kepadatan kota.

Hal ini membawa kita kepada suatu pandangan tentang dampak pemenjaraan terhadap setiap individu. Dimana awalnya kehidupan narapidana sebelum dimasukan kedalam penjara adalah merupakan mereka yang kurang mendapat sarana kesehatan, pendidikan, dan pangan yang berkecukupan sebagaimana kehidupan yang layak. Sedangkan penjara yang akan mereka huni telah memiliki suatu sistem dan fasilitas pendukung yang baik, yang sebelumnya tidak pernah mereka dapati ketika mereka hidup dilingkungannya di luar penjara.

Karena keterkaitan tersebut menyebabkan berbagai tindak kekerasan atau masalah yang terjadi diluar penjara, sehingga akan menimbulkan dampak yang sama pada hubungan kelompok didalam penjara. Dicontohkan ketergantungan terhadap narkoba yang terjadi pada kedua peristiwa tersebut. Ketergantungan terhadap narkoba dan penyakit kejiwaan tidak secara otomatis berakhir lewat pemenjaraan. Pemenjaraan hanya sekedar memindahkan kedua hal tersebut. Didalam penjara, narapidana cenderung untuk lebih mampu menguasai/mengendalikan kehidupannya dibandingkan saat yang bersangkutan masih berada di luar penjara, namun pilihan tersebut tergantung pada pribadi masing-masing.        

 

III. Kesimpulan

 

Hubungan antar narapidana yang terjadi didalam penjara dipengaruhi oleh keberadaan kelompok-kelompok yang terbagi berdasarkan ras dan daerah asal narapidana. Hubungan yang terbentuk didalam penjara antar narapidana membentuk kehidupan yang berkelompok. Anggota kelompok ini pada umumnya adalah mereka yang masih berusia muda, putus sekolah, penganguran, berasal dari keluarga ekonomi lemah, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat dan mereka yang memiliki kecanduan terhadap narkoba. Mereka-mereka inilah yang cenderung membawa hal-hal kurang baik kedalam penjara. Saat mereka memasuki penjara dengan kondisi sifat dan prilaku yang menyimpang akan membawa dampak buruk terhadap narapidana lainnya dan sistem dan fasilitas yang baik dalam penjara yang telah dimiliki sebelumnya.

Kelompok-kelompok ini terbentuk dengan memiliki tujuan yang sangat beragam. Mulai dari keinginan untuk mendapat perlindungan dari serangan kelompok lainnya, sampai dengan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari (seperti rokok, selimut, makanan sampai kepuasan sex). Untuk mencapai tujuannya ini, para anggota kelompok melakukan hal-hal yang cenderung merugikan narapidana lainnya. Bahkan melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas yang tersedia didalam penjara. Namun pada perkembangan akhirnya tidak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan dalam penjara adalah saling berkaitan erat dengan kehidupan diluar penjara.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s